Terlalu Sedikit

(MINGU BIASA II, 2026)

Terang atau cahaya adalah sesuatu yang membuat orang dapat melihat secara jelas, nyata, dan pasti. Tanpa terang itu orang dikatakan berada dalam kekaburan, kesamaran, atau kegelapan. Dalam keadaan itu – Kitab Suci memberitahukan – yang akan terdengar hampir pasti bukan nyanyian pujian, seruan syukur, dan tawa kegembiraan, tetapi ungkapan kepedihan, kekecewaan, dan keluhan, yang terangkum dalam istilah ratap dan kertak gigi (bdk. Mt 8: 12; 22: 13; 25: 30).

Pada kenyataannya setiap orang adalah Terang. Hal itu dinyatakan sendiri oleh Yesus (Mt 5: 14). Setiap orang tidak hanya menerangi dirinya sendiri tetapi juga orang-orang lain di sekitarnya.

Yesaya menyatakan bahwa orang-orang Israel adalah terang bagi bangsa-bangsa. Melalui atau dengan kehadiran dan hidup mereka, bangsa-bangsa lain dapat melihat keagungan Tuhan. Paulus dan Sostenes menjadi terang bagi umat di Korintus dan secara sersama-sama dengan umat itu memungkinkan keasadaran atau bahkan keyakinan bahwa mereka dipilih dan dipanggil kedalam kekudusan.  

Yohanes menjadi terang sehingga orang-orang mengenal Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia dan Anak Allah. Akhirnya, lewat pemikiran, kata-kata, sikap, dan tindakanNya dalam kehidupan sehari-hari Yesus menjadi terang, sehingga orang semakin mengenal Allah dan kehendakNya serta dimungkinkan untuk dengan setia taat dan melaksanakannya.

Pengikut Yesus semestinya melakukan yang sama dengan yang dilakukan Yesus.

(Romo Y. Driyanto)

X