Natal – Peristiwa Dalam Kesunyian yang Menggemparkan Dunia

Yang sesungguhnya terjadi adalah kelahiran seorang bayi dari seorang perempuan bernama Maria yang ditemani oleh Yusuf suaminya. Suatu peristiwa biasa. Bahwa terjadinya di suatu kandang domba, itu juga bukan sesuatu yang luar biasa. Pasalnya, mereka sedang dalam perjalanan, waktunya sudah malam, dan mereka kesulitan mendapatkan penginapan.

Dari situ pesannya jelas. Kalaupun tak seorang pun menyadari atau tak seorang pun memperhatikan, Tuhan Allah tetap berkarya. Yang ilahi dibuatNya masuk kedalam yang manusiawi, agar UmatNya mendapatkan pengajaran sekaligus keteladanan untuk sampai pada keselamatan.

Yang heboh terjadi sebelum dan sesudahnya. Elisabeth, seorang yang diyakini mandul dan telah berusia lanjut mengandung. Zakaria, suaminya, tiba-tiba menjadi bisu. Seorang perempuan bernama Maria – belum bersuami – tiba-tiba mengandung. Yusuf yang belum tidur bersamanya merasakan kebingungan tetapi menyatakan diri siap untuk mengambilnya sebagai istrinya.

Demikian juga sesudahnya. Para gembala tiba-tiba didatangi malaikat yang memberitahukan adanya kelahiran anak di dekat mereka berada.  Ada tiga sarjana datang kepada Bayi Yesus dengan petunjuk bintang. Herodes gusar dan memerintahkan pembunuhan bayi-bayi. Pada suatu malam Yusuf harus membawa Maria dan Yesus untuk pergi mengungsi. Peristiwa heboh dan tragedi itu menggemparkan tapi ternyata bukan yang inti. Kelahiran Yesus dalam kesunyian malam itu yang utama. Melalui anak manusia itu, Allah yang mahabaik, mahabebas, dan mahabijaksana, serta kehendakNya untuk menyelamatkan umat manusia menjadi sangat nyata, yaitu jelas, tegas, dan pasti. Melalui anak itu, cintakasih Allah dapat lebih mudah dipahami, dialami, dan diyakini oleh semua saja. Karena semakin hari semakin banyak orang meyakini Bayi yang lahir dalam sunyi itu, semakin gemparlah orang merayakan-Nya.

(Rm. Y. Driyanto)

X