Mencapai Kemuliaan yang Tersembunyi

(Minggu Biasa VI, 2026)

Apa itu kemuliaan yang tersembunyi dan rahasia menurut Paulus? Selain tak mudah dipahami, sepertinya tak perlu juga diperhatikan dan bahkan sebaiknya diabaikan saja. Alasannya:

  • Tak pernah dilihat oleh mata;
  • Tak pernah didengar oleh telinga;
  • Tak  pernah timbul dalam hati.  

Menurut Paulus, yang dapat menangkap hal itu hanyalah orang yang matang. Bukan hanya yang berakal-budi tetapi sungguh dapat menggunakannya dengan semestinya, yaitu dengan logika yang benar dan obyektif. Dengan begitu orang akan sampai pada rahasia manusiawi, yaitu yang paling ditakutkan, yakni: kematian dan yang paling dirindukan, yakni: kehidupan kekal.

Yang ternyata, itulah yang disebut Paulus sebagai kemuliaan manusia yang telah disediakan oleh Allah.

Untuk mendapatkannya, kita manusia perlu memahami apa yang disampaikan oleh Yesus sendiri, yaitu:

  • Tidak ada kehidupan bersama tanpa hukum (selama ada kehidupan pasti ada hukum; fungsinya menjamin dijalankannya kewajiban dan dipenuhinya hak; manfaatnya meningkatkan kualitas hidup);
  • Tidak sekedar tidak membunuh;
  • Mementingkan relasi baik daripada persembahan;
  • Tidak hanya tidak berzinah;
  • Tidak hanya tidak bersumpah palsu (tetapi, kalau bersumpah, pegang sumpah itu; berkomitmen untuk ya atau tidak.

Singkatnya, menjadi lebih dan bahkan menjadi sempurna … seperti Bapa!

Sebenarnya – menurut Allah dan kalau yakin akan kuasaNya – kita manusia mampu menepati hukum yang dimaksudkan itu dan memilih untuk berlaku setia padanya. Akhirnya, kita sampai pada kemuliaan yang telah disediakan Allah.    

(Romo Y. Driyanto)

X