(Rabu Abu, 2026)
Banyak waktu dapat menjadi awal. Rabu Abu salah satunya. Yang ditunjuk olehnya adalah selesainya sesuatu (yang tidak atau kurang baik) atau mulainya sesuatu (yang baik atau lebih baik). Salah satu alasannya adalah kesadaran diri sebagai debu atau tanah, yang rapuh dan ringkih, mudah hancur, serta tak ada harga atau nilainya, tapi di dalamnya diberi kehidupan, diisi roh yang kekal.
Rabu Abu merupakan awal masa tobat bersama seluruh Gereja: waktu dan caranya sama. Bukan secara pribadi yang waktu dan caranya dapat dengan bebas dipilih sendiri.
Waktu yang sama itu adalah (Kan. 1250):
- Setiap Hari Jumat sepanjang tahun;
- Masa 40 Hari (Quadragesima) sebelum Paskah (biasa disebut Prapaskah).
Cara yang sama itu adalah (Kan. 1249):
- Meluangkan waktu untuk berdoa;
- Melakukan praktik kesalehan dan amal-kasih;
- Menyangkal diri dengan meaksanakan kewajiban dengan lebih setia;
- Berpantang dan berpuasa.
Cara berpikir, berbicara, bersikap, dan bertindak lama dihentikan, diganti, atau dilanjutkan dengan yang lebih baik.
(Romo Y. Driyanto)

