Home / Profil / Latar Belakang

Latar Belakang

Sejarah lembaga ini diawali dengan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPTMKU). UPTMKU didirikan pada 1 Oktober 1997. Unit ini dikelola oleh beberapa dosen yang mengajar mata kuliah umum. Tujuan dibentuknya unit ini adalah untuk mengelola perkuliahan mata kuliah umum serta membentuk dan mengembangkan kepribadian mahasiswa. Melalui unit ini, mahasiswa bukan sekadar diberi pengetahuan tetapi juga pembekalan dan penanaman nilai-nilai mental, moral, dan spiritual.

Dalam perkembangannya, bentuk unit pelaksana teknis dirasa belum cukup dalam melayani perkuliahan mata kuliah umum dan pengembangan pribadi mahasiswa. Oleh karenanya, unit pelaksana teknis tersebut dikembangkan menjadi suatu unit khusus berupa komunitas yang berwawasan universal dan integral dengan keprihatinan dasar pada sisi kemanusiaan. Unit ini diberi nama Pondok Humaniora, dengan tujuannya mengkaji dan mengembangkan aspek humaniora. Kegiatan pondok humaniora meliputi dua hal, yakni: 1) kegiatan kurikuler (menyelenggarakan kuliah Mata Kuliah Umum/ Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) dan kegiatan non-kurikuler (gladi diri mahasiswa dan pengolahan pribadi melalui kelas pengembangan diri maupun layanan konseling).

Berdasarkan Keputusan Pengurus Yayasan no. II/ 2004-12037-SK tentang Struktur Organisasi Universitas Katolik Parahyangan, pada 28 Desember 2004 komunitas Pondok Humaniora tersebut ditetapkan dengan nama Pusat Kajian Humaniora. Fungsinya adalah mengkaji masalah humaniora, merencanakan dan menyelenggarakan pembelajaran (melalui mata kuliah pengembangan kepribadian yaitu Estetika, Etika, Logika, Kewarganegaraan, Pancasila, Agama Katolik, dan Fenomenologi Agama), dan pelatihan/ pendampingan mahasiswa di luar bidang keilmuannya yang sesuai dengan visi dan misi universitas (melalui gladi diri mahasiswa, konseling, dan kelas pengembangan diri). Berbagai jenis gladi yang diselenggarakan misalnya gladi spiritual, mental, natural, sosial, budaya, intelektual, dan kreativitas. Pusat Kajian Humaniora ini dipimpin oleh seorang Ketua dan seorang Sekretaris Pusat Kajian Humaniora.

Lebih lanjut, nama Pusat Kajian Humaniora (PKH) hendak diganti menjadi Lembaga Pengembangan Humaniora. GABAH merupakan singkatan nama Lembaga Pengembangan Humaniora yang diusulkan. Di dalam Peraturan Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan No. 10 tahun 2012 tentang Rencana Strategis Universitas Katolik Parahyangan Tahun 2012-2015, pada akhir Januari 2012 akan ditetapkan suatu lembaga bernama Lembaga Pengembangan Humaniora (sebagai pengganti nama Pusat Kajian Humaniora) dengan tugas, tanggung jawab, dan wewenang tambahan menggali, mendokumentasi, merumuskan, menerbitkan, dan mengimplementasikan Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar UNPAR (SINDU). Nama Pusat Kajian Humaniora (PKH) kemudian diganti menjadi Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) berdasarkan Peraturan Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan No. 10 Tahun 2013 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Universitas Katolik Parahyangan.

Lembaga Pengembangan Humaniora menjalankan tugas menyelenggarakan layanan gladi dan konseling serta menyelenggarakan perkuliahan mata kuliah umum. Pengelolaan mata kuliah umum dilakukan dengan koordinasi di bawah Fakultas Filsafat. Dalam menjalankan tugas, lembaga ini dipimpin oleh seorang Kepala Lembaga yang bertanggung jawab kepada Rektor di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.